Senin, 07 Februari 2011

PENGARUH MINAT BACA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA PENGGUNA TBM NGUDI ILMU

PENGARUH MINAT BACA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA
PENGGUNA TBM. NGUDI ILMU
KECAMATAN GROBOGAN
KABUPATEN GROBOGAN


TUGAS AKHIR
MATA KULIAH : PENELITIAN KUALITATIF
DOSEN PENGAMPU : Drs. Agus Yuliantoro, M.Hum.











DISUSUN OLEH:
KUSTIJATI
NIM: 07 PSC 00482




PROGRAM PASCA SARJANA S-2
UNIVERSITAS WIDYA DHARMA
KLATEN
2008
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sekarang ini, dunia pendidikan sedang bergeliat. Hal itu dipacu oleh faktor perhatian Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas taraf hidup manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan. Harapan terbesar atau sering dengan istilah “visi” daripada peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri adalah meningkatkan kualitas pemikiran masyarakat Indonesia yang pada akhirnya pencapaian terhadap kualitas hidup yang lebih tinggi pula, didukung dengan peningkatan penghasilan.
Faktor pendidikan yang dilihat sebagai dasar untuk memulai perubahan pada kehidupan manusia tidak terlepas pada aspek-aspek pendukung. Salah satu diantaranya terkait pada minat baca masyarakat.
Tanpa kegiatan membaca, pendidikan itu sendiri tidak akan mungkin berjalan. Ini merupakan hal utama sekaligus aspek dasar bagi setiap manusia sebelum memulai belajar. Membaca berarti mencoba menyerap ilmu atau makna dari apa yang dibaca. Kegiatan membaca harus diawali dengan adanya pengenalan akan huruf dan angka yang kemudian diikuti dengan pemahaman lebih lanjut.
Faktanya, dunia pendidikan yang sering disebut orang awam dengan istilah “sekolah” tidak dapat terlepas dari kegiatan “membaca”. Namun sekali lagi, kegiatan membaca itu sendiri memerlukan gudang informasi sebagai penyedia sarana atau media baca yang diharapkan murah dan terjangkau bagi khalayak luas, sehingga kesempatan untuk memperoleh dan menambah ilmu pengetahuan itu dapat dikatakan adil dan merata sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Salah satu sarana kegiatan membaca yang familiar di kalangan masyarakat luas adalah perpustakaan. Istilah “perpustakaan” sendiri berasal dari bahasa Sansekerta “pustaka’ yang artinya kitab atau buku. Secara umum dapat diartikan sebagai tempat yang menyimpan dan menyediakan buku-buku, bacaan sebagai sumber informasi.
Perpustakaan di Indonesia sendiri memiliki berbagai jenis; antara lain perpustakaan sekolah yang ada di tiap sekolah baik SD, SLTP, SMA maupun perguruan tinggi. Selanjutnya, perpustakaan daerah yang ada di tiap daerah di seluruh Kabupaten di Indonesia. Terdapat juga perpustakaan keliling, yang sengaja didesain untuk menjangkau masyarakat dengan kemudahaan transportasi, sehingga perpustakaan diharapkan lebih dekat dengan masyarakat luas. Bahkan, baru-baru ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui UPTD dan penilik PLS terkait di seluruh kecamatan di Indonesia, berlomba-lomba merintis pembentukan perpustakaan-perpustakaan kecil yang diistilahkan dengan sebutan “taman bacaan masyarakat”.
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai manifestasi dari perpustakaan itu sendiri mempunyai fungsi dan tujuan yang tidak jauh beda dari perpustakaan yaitu sebagai penyedia informasi dan lebih mendekatkan eksistensinya di lingkungan masyarakat. Konsep ini layaknya perpustakaan kecil yang menyediakan buku dan bacaan, terutama ditujukan bagi orang-orang yang tidak mempunyai kesempatan mengecap dunia pendidikan formal, sehingga buku-buku dan bacaan yang disediakan secara umum meliputi pengetahuan umum, karya sastra serta bacaan untuk anak. Namun, konsep ini tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan oleh kaum terdidik, bahkan dalam kenyataannya, kegemaran membaca dan inisiatif untuk berkunjung dimulai dari para siswa pendidikan formal.
Berdasarkan deskripsi tersebut, rancangan penelitian sengaja ingin mengungkap fakta yang sebenarnya mengenai pemanfaatan taman bacaan masyarakat khususnya bagi prestasi kalangan siswa pendidikan formal yang tertuang dalam judul “PENGARUH MINAT BACA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA PENGGUNA TBM. NGUDI ILMU KECAMATAN GROBOGAN KABUPATEN GROBOGAN”.

B. Identifikasi Masalah
Permasalahan yang secara umum telah dipaparkan dalam latar belakang permasalahan tersebut di atas, selayaknya diperjelas dalam suatu rincin melalui proses identifikasi. Berikut uraian identifikasi permasalahan yang ada:
1. Konsep perubahan dan hal yang mendasari terbentuknya taman bacaan masyarakat.
2. Perubahan minat baca masyarakat sebelum dan sesudah berdirinya taman bacaan masyarakat di lingkungan setempat.
3. Pemanfaatan taman bacaan masyarakat baik bagi siswa pendidikan formal, non-formal, maupun khalayak luas.
4. Keuntungan yang didapat dari adanya taman bacaan masyarakat.


C. Pembatasan Masalah
Penelitian yang diharapkan dapat terfokus pada suatu permasalahan yang ingin diungkap membutuhkan pembatasan – pembatasan masalahan yang ada. Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisa hal-hal sebagai berikut:
1. Latar belakang singkat terwujudnya konsep perpustakaan kecil yang terealisasi dalam bentuk taman bacaan masyarakat.
2. Berdirinya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ngudi Ilmu di Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan serta keadaan sebelum dan sesudah adanya TBM.
3. Pengaruh adanya TBM Ngudi Ilmu sebagai penyedia sarana dan prasarana baca bagi pengguna TBM khususnya para siswa pendidikan formal.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah serta pembatasan masalah, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Apa yang melatarbelakangi terbentuknya konsep taman bacaan masyarakat?
2. Bagaimana proses berdirinya TBM. Ngudi Ilmu dan eksistensinya di kalangan masyarakat?
3. Manfaat serta perubahan apa yang didapatkan oleh masyarakat pengguna TBM Ngudi Ilmu?
4. Apa pengaruh minat baca para pengguna TBM Ngudi Ilmu khususnya dalam hal prestasi belajar bahasa Indonesia?

E. Tujuan Penelitian
Penelitian yang akan dilakukan, diharapkan dapat memecahkan suatu permasalahan yang ada serta mendapatkan jawaban dari setiap permasalahan yang timbul. Oleh karena itu, berikut rincian tujuan penelitian ini:
1. Mengetahui konsep taman bacaan masyarakat yang sebenarnya serta sejarah terbentuknya TBM. Ngudi Ilmu.
2. Mengetahui perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah terbentuknya TBM Ngudi Ilmu di kalangan masyarakat.
3. Mengetahui secara detail pengaruh kehadiran TBM Ngudi Ilmu sebagai pendukung minat baca terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia bagi para penggunanya.

F. Manfaat Penelitian
Secara umum, suatu penelitian yang dilakukan harus membuahkan hasil dan manfaat di berbagai aspek, salah satunya pengembangan ilmu pengetahuan atau memperkaya wacana dan referensi ilmu yang ada.
Spesifikasinya, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:
1. Pengembangan sarana dan prasarana melalui konsep taman bacaan di lingkungan masyarakat.
2. Menambah acuan atau referensi bagi para pioner pendiri perpustakaan dengan konsep taman bacaan masyarakat.
3. Memberi gambaran umum terhadap fungsi dan tujuan berdirinya taman bacaan masyarakat serta pengaruhnya terhadap masyarakat sekitar.
4. Meningkatkan kinerja taman bacaan masyarakat dalam upaya peningkatan minat baca sebagai salah satu unsur yang mendasari prestasi di pendidikan formal.
Selain hal-hal tersebut di atas, penelian ini juga diharapkan memberi manfaat bagi khalayak luas dalam hal mempromosikan budaya baca dan taman bacaan masyarakat sebagai media yang telah disediakan, dalam rangka berperan aktif menggalakkan gemar membaca.







BAB II
KAJIAN TEORI

A. Penelitian Yang Relevan
“Tingginya budaya gemar membaca, mengakibatkan meningkatnya minat membaca. Minat membaca ditunjukkan dengan keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca” (Darmono:2001).
Pendapat di atas menunjukkan bahwa pembentukan budaya baca sangat dipengaruhi oleh kesadaran setiap individu untuk mau mengubah diri, menjadikan kegiatan “membaca” sebagai suatu rutinitas yang pada akhirnya diharapkan menjadi suatu “budaya” bagi masyarakat luas, akhirnya dapat meningkatkan minat masyarakat untuk “membaca”.
Ketika usaha-usaha menjadikan budaya baca sudah mulai terbentuk. Lagi-lagi, diperlukan sarana pendukung vital untuk membudayakan “gemar membaca” itu sendiri. Sebagai contoh adanya perpustakaan yang notabene penyedia sarana atau media bacaan itu sendiri. Hal ini seperti kutipan berikut ini;
“Untuk memenuhi kebutuhan kegiatan membaca tersebut, biasanya seseorang akan pergi ke suatu tempat yang menyediakan bahan bacaan yang dibutuhkan, salah satunya perpustakaan” (Erliandani: 2004).
Bahkan beberapa pakar melihat pentingnya budaya membaca dari berbagai sudut pandang yang berbeda;
“Dengan membaca pula seseorang akan terbentuk kepribadiannya menjadi lebih baik. Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani, emosional, maupun sosial. Semua ini telah ditatanya dalam caranya yang khas, di bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dari tingkat lakunya dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya” (Heuken: 1989).
Pernyataan tersebut di atas melihat sudut pandang akan pentingnya membaca dari kaca psikologi. Hal itu menyebutkan bahwa melalui kegiatan membaca, terjadi proses pembentukan karakter dan kepribadian seseorang yang diharapkan dapat menjadi lebih bijak, arif serta berwawasan luas.
Sijanto dalam kutipan berikut menyebut bahwa kepribadian seseorang pada dasarnya mudah untuk berubah dan dipengaruhi dari faktor-faktor eksternal yang datang. Seperti contoh; kepribadian seseorang dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat dan tempat tinggal sekitar, pendidikan, serta kebiasaan yang dilakukan, termasuk melalui kegiatan membaca.
“Selain itu kepribadi manusia itu dapat berubah, itu berarti kerpibadi manusia itu mudah atau dapat dipengaruhi oleh sesuatu. Karena itu ada usaha mendidik kepribadi, membentuk kepribadi, membentuk watak atau mendidik watak. Artinya berusaha untuk memperbaiki kehidupan anak yang nampak kurang baik, sehingga menjadi baik (Sijanto dkk: 1984).
“Mendidik kepribadian dapat dilakukan melalui buku. Dengan membaca buku seseorang akan memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas, dari situ ia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga akan terbentuk pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dalam hal ini, membaca dapat diartikan “membaca untuk hidup”, artinya membaca agar kita bisa hidup lebih baik, lebih arif, lebih mengerti ‘tabiat’ dunia” (Widarso: 1994).
Akhirnya, kegiatan membaca yang diharapkan dapat membentuk kepribadian seseorang, harus dimulai dari adanya usaha-usaha dan keinginan yang kuat dari individu masing-masing serta didukung adanya fasilitas yang harusnya memadai sebagai faktor-faktor pendukung terwujudnya budaya membaca yang sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat. Dimulai dari individu-individu, untuk merintis dan ikut andil meningkatkan minat baca; salah satunya adanya perpustakaan-perpustakaan kecil, taman-taman bacaan masyarakat yang lebih cocok dalam konsep mendekatkan diri dengan masyarakat setempat.


B. Dasar Teori
Dasar teori yang digunakan dalam meneliti minat baca pengguna taman bacaan sebagai berikut:
“Bila pengguna perpustakaan telah menggunakan atau memanfaatkan pelayanan perpustakaan secara optimal maka perpustakaan tersebut sudah berhasil mencapai tujuannya. Namun prestasi perpustakaan sesungguhnya tidak dapat lagi hanya diukur berdasarkan kekayaan koleksi dan jumlah pengunjung yang datang langsung ke perpustakaan, melainkan dapat diukur dari jumlah orang yang menggunakan layanan perpustakaan tersebut (Junaidi dan Krismiyati: 1999 dalam Erliandani: 2004).
Pernyataan tersebut mengungkap bahwa prestasi taman bacaan sebagai manifestasi konsep “perpustakaan” yang telah lazim, tidak hanya dapat dipandang dari segi koleksi dan jumlah pengunjung yang datang ke taman bacaan, tetapi lebih kepada jumlah orang yang benar-benar menggunakan layanan yang tersedia. Lebih lagi, ini menunjukkan bahwa pengunjung langsung belum tentu memanfaatkan pelayanan taman bacaan, bisa jadi hanya sekedar berkunjung, melihat-lihat tanpa adanya pengaruh positif yang signifikan dibanding dengan pengunjung yang benar-benar memanfaatkan pelayanan serta sarana dan prasarana yang ada. Sebagai contoh; pengguna taman bacaan yang didominasi oleh siswa pendidikan formal, dapat memanfaatkan buku-buku referensi pelajaran serta buku-buku pengetahuan umum yang belum tentu didapatkan di perpustakaan sekolah. Ini akan menunjukkan perbedaan tajam antara sekedar pengunjung dengan peminjam buku.
“Proses verbal dari fakta ataupun proses tingkah laku secara phisik yang berupa memori atau ingatan yang bersifat mentalistik, ia juga menambahkan, hasil belajar adalah proses hubungan antara guru-siswa di dalam kelas yang membawa implikasi terhadap pengembangan diri siswa secara bebas, pembentukan memori (ingatan) pada siswa, dan pembentukan pemahaman pada siswa” (Sudjana: 1989 dalam Supadi: 2007).
Pendapat Sudjana dalam Supadi di atas dimaksudkan bahwa ketika seseorang membaca suatu bacaan tertentu, secara otomatis akan termemori atau terekam dalam otak yang nantinya dapat meningkatkan pemahaman para siswa terhadap sesuatu baik yang dibaca dari buku, artikel dan tulisan-tulisan, tetapi juga pengalaman hidup.
Ini yang nantinya diharapkan dapat diteliti lebih lanjut, mengenai proses, kebiasaan membaca khususnya siswa pendidikan formal, serta perkembangan pemikiran mereka ke arah pengembangan pengetahuan yang mereka dapatkan. Hasil-hasil yang dimaksud dapat dilihat dari perubahan atau prestasi belajar di sekolah khususnya bahasa Indonesia, sebagai modal awal seseorang memulai belajar sesuatu dan memahami sesuatu.
C. Kerangka Berpikir
Penelitian ini akan meneliti tentang pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia para pengguna TBM. Ngudi Ilmu di Kecamatan Grobogan – Kabupaten Grobogan, khususnya para siswa pendidikan formal, baik tingkat sekolah dasar, STLP, maupun SMA. Oleh karena itu akan dilakukan dengan beberap tahap yaitu;
Pertama, pengumpulan acuan-acuan teori dari berbagai sumber, baik proposal maupun pendapat atau teori dari para ahli yang lebih dikenal dengan studi pustaka.
Kedua, dilakukan penelitian di lapangan, antara lain; pembuatan dan penyebaran angket untuk para pengunjung taman bacaan masyarakat, studi banding dengan taman bacaan masyarakat di wilayah lain sebagai tambahan referensi.
Ketiga, penelitian lapangan lanjutan atau dengan istilah field study, yaitu dengan adanya wawancara/ interview. Wawancara dilakukan dengan para pengguna dan pengunjung TBM Ngudi Ilmu, khususnya para siswa pendidikan formal yang memanfaatkan fasilitas yang ada, para pengunjung atau khalayak umum sebagai referensi tambahan, serta masyarakat setempat mengenai dampak dari adanya taman bacaan.
Keempat, pengumpulan data-data melalui nilai-nilai dan prestasi bahasa Indonesia lain dari para siswa pendidikan formal sekaligus para pengguna taman bacaan. Ini digunakan untuk membandingkan dan mengetahui tingkat kebenaran dari isi angket yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Kelima, dilakukan studi dan penyusunan karya ilmiah melalui pengembangan referensi pustaka yang ada, fakta-fakta dari field study, serta prestasi yang ditunjukkan dari para pengguna taman bacaan. Pada kesimpulannya, diharapkan dapat menemukan jawaban dari permasalahan-permasalahan yang dikemukan di bab sebelumnya, mengenai pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia para siswa pendidikan formal, pengguna TBM. Ngudi Ilmu.










BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Sasaran Dan Lokasi Penelitian
Sasaran dari penelitian yang akan dilakukan ini adalah pengaruh dari minat baca para pengguna TBM. Ngudi Ilmu, terkhusus siswa pendidikan formal terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia mereka di sekolah. Lokasi yang diteliti adalah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ngudi Ilmu yang ada di Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan.
Penentuan lokasi tersebut di atas dengan alasan bahwa taman bacaan masyarakat belum banyak berkembang di tengah masyarakat, bahkan baru-baru ini hadir di wilayah Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan. Selain itu, konsep taman bacaan masyarakat sedang digalakkan oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang ada di setiap kabupaten. Lebih lagi, taman bacaan masyarakat yang diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan untuk pendidikan nonformal serta sebagai sarana belajar di luar pendidikan formal, sedang gencar-gencarnya dirintis di wilayah Kabupaten Grobogan. Melalui TBM. Ngudi Ilmu, serta dibantu penelitian yang membuahkan hasil memuaskan, dapat menjadi inspirator bagi banyak kalangan.
B. Bentuk Dan Strategi Penelitian
Bentuk dari penilitian ini adalah penelitian kualitatif, sehingga mengacu pada aspek perilaku, motivasi dan tindakan serta didukung oleh referensi pustaka yang ada, seperti yang diungkap pada cuplikan berikut;
“Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan memanfaatkan sebagai metode alamiah.” (Moleong: 2007 dalam Yuliantoro: 2007).

C. Jenis Data Dan Sumber Data
Jenis data yang dimaksud adalah minat baca para siswa pendidikan formal pengguna taman bacaan serta prestasi belajar mereka di sekolah khususnya untuk mata pelajaran bahasa Indonesia.
Sumber data dari penilitian ini adalah para pengguna TBM Ngudi Ilmu secara umum, serta para siswa pendidikan formal sekaligus pengunjung taman bacaan. Pengambilan data dilakukan dengan observasi secara langsung terhadap obyek yang dituju dengan harapan mendapatkan gambaran secara gamblang mengenai situasi dan kondisi yang ada di TBM Ngudi Ilmu.
D. Teknik Cuplikan
Teknik cuplikan dilaksanakan dengan mengambil sampel yang telah direncakan. Sebagai contoh; mengambil beberapa siswa pendidikan formal sebagai sampel, serta para pengunjung lain yang menggunakan TBM Ngudi Ilmu. Untuk cuplikan waktu dilakukan dalam beberapa hari untuk mendapatkan rata-rata jumlah pengunjung yang datang serta para peminjam buku atau pengguna sarana yang ada.

E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik dalam pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan alat bantu seperti perekam suara, perekam gambar/ video dan foto diharap membantu memberi referensi lebih terhadap obyek penelitian. Selain itu, dilakukan dengan wawancara atau kontak langsung dengan para pengunjung serta pengumpulan data lewat angket dan hasil prestasi belajar bahasa Indonesia dari siswa-siswa pendidikan formal.

F. Pengembangan Validitas
Pengembangan validitas yang diharapkan dapat mencapai tingkat kebenaran yang diharapkan, dilakukan dengan cara observasi termasuk di dalamnya pengumpulan data baik gambar maupun audio dan audio visual yang dilakukan oleh beberapa peneliti, serta deskripsi dari masing-masing peneliti. Dengan cara tersebut, penelitian diharapkan dapat melakukan comparison atau pembandingan terhadap setiap data dan hasil penilitan yang diperoleh dari masing-masing peneliti/ tim peneliti yang terlibat.

G. Teknik Analisis
Analisa dilakukan sejak awal ketika proses pengumpulan data dilakukan, baik dengan acuan rumusan masalah, sumber-sumber data berupa minat baca dan prestasi belajar siswa pendidikan formal pengguna taman bacaan, maupun observasi/ field study yang dilakukan oleh peneliti.
Teknik analisa tersebut dikerjakan untuk memperoleh data-data yang benar-benar real atau mempunyai tingkat kebenaran yang tinggi. Selain itu, dapat memudahkan peneliti untuk mengungkap segala permasalahan yang telah dikemukakan serta hipotesa yang ada.
Secara garis besar, dijadwalkan tahap-tahap terwujudnya hasil penelitian yaitu dengan urutan sebagai berikut; pengajuan topik, pengajuan proposal, komprehensif proposal, pengumpulan data, penyajian data, analisis data, serta laporan penelitian dan ujian.



DAFTAR PUSTAKA

• Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.
• Erliandani, Angela. 2004. Meningkatkan Budaya Gemar Membaca Sebagai Upaya Mengoptimalkan Manfaat Perpustakaan dan Pembentukan Kepribadian. Yogyakarta: UPT. Universitas Sanata Dharma.
• Heuken, Adolf. 1989. Tantangan Membina Kepribadian. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka.
• Supadi. 2007. Hubungan Minat Baca di Perpustakaan Dengan Prestasi Belajar Siswa SDN Mangunharjo II Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Probolinggo: SDN Mangungharjo II.
• Widarso, Wishnubroto. 1994. Kiat Hidup Suskes. Yogyakarta: Kanisius.
• Yuliantoro, Agus. 2007. Tindak Tutur Penolakan Dialektal Jawa Dalam Transaksi Bisnis di Pasar Tradisional (Kajian Pragmatik). Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
• 2003. Minat Baca Anak SMU Sangat Merosot. Sinar Harapan: 10 Februari 2003.

4 komentar:

  1. Wah, senang sekali di posting disini.
    makasih ya :)

    BalasHapus
  2. 'benar2 bagus untuk dijadikan bahan bacaan bagi pelajar untuk lebih meningkatkan budaya gemar membaca..

    BalasHapus
  3. 'benar2 bagus untuk dijadikan bahan bacaan bagi pelajar untuk lebih meningkatkan budaya gemar membaca..

    BalasHapus
  4. 1. Indonesia Better: Terima kasih atas dukungan dan supportnya;
    2. Dzaniztas: terima kasih... semoga bermanfaat

    BalasHapus